Thursday, January 25, 2018

Apa Saja yang Dipelajari Mahasiswa FKG Semester 1?

            Apa sih yang dapat diharapkan oleh mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi tentang masalah gigi dan rongga mulut? Oh, paling kesal itu ketika ada orang yang mengatakan begini.
            “Sibuk kuliah ya, Fik? Jurusan apa sih?”
            “Iya nih, di Kedokteran Gigi.”
            “Berapa tahun sih kuliahnya? Lebih lama mana dengan Kedokteran Umum?”
            “6 tahun kok.”
            “Bukannya Kedokteran Gigi itu hanya masalah gigi saja, Fik? Lama amat ah.”
            “....”
Mungkin masih banyak yang mengira bahwa kuliah di Kedokteran Gigi itu melulu mempelajari gigi, gigi, dan gigi. Sampai-sampai wajah kami mirip dengan karies gigi.
            Baik, aku mahasiswa FKG, tentu saja jurusan Pendidikan Dokter Gigi, yang baru saja masuk di semester 2, akan berbagi pengalaman selama kuliah 1 semester. Banyak teman-teman yang bertanya, “Sebenarnya apa saja sih yang dipelajari seorang mahasiswa FKG hingga menghabiskan banyak waktu di kampus begitu?”. Di semester 1 ini kami mahasiswa FKG Universitas Airlangga wajib menyelesaikan 20 sks yang tersebar dalam 11 mata kuliah. Kesebelas mata kuliah tersebut adalah Agama Islam I, Bahasa Indonesia, Anatomi I, Anatomi Praktikum I, Ilmu Faal I, Etika Hukum dan Medikolegal, Modul I (Critical Thinking and Evidence-based Learning), Ilmu Material Kedokteran Gigi I, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Filsafat Ilmu. Aku akan bahas beberapa mata kuliah saja yang masih asing atau kurang begitu dimengerti oleh kebanyakan orang.
            Tidak perlu aku bahas untuk mata kuliah seperti Agama Islam, Bahasa Indonesia, Pancasila, dan Kewarganegaraan. Lagipula kita juga pasti tahu seperti apa bentuk materinya. Kemudian untuk Filsafat Ilmu itu kami belajar tentang ilmu pengetahuan itu sendiri, belajar tentang bagaimana ilmu pengetahuan ini berkembang di negara-negara barat (dalam filsafat barat) dan negara-negara timur (filsafat timur). Jika dibilang mata kuliah ini susah, sebenarnya tidak juga, kalau pun mudah, tentu aku tak perlu memeras otak untuk mengerjakan soal ujian kemarin. Hehe.
            Baik. Aku akan membahas mata kuliah Anatomi dan Anatomi Praktikum. Meskipun 2 mata kuliah tersebut sama-sama mengenai anatomi manusia, namun aku pribadi berpikir bahwa Anatomi (teori) lebih sulit, bahkan berlipat-lipat sulitnya dibandingkan dengan Anatomi Praktikum. Jadi, Anatomi Praktikum di semester 1 kemarin, kami dituntut untuk menghafal beberapa regio (bagian) tubuh manusia, seperti regio facei (wajah), regio colli (leher), lingual (lidah). Selain belajar anatominya, kami juga mempelajari arteri, vena, saraf, dan bagian-bagian keseluruhan yang ada. Dalam pembelajaran Anatomi Paktikum ini, kami menggunakan mayat manusia yang sudah diawetkan (dalam bahasa medisnya kami menyebutnya kadaver) di Ruang Praktikum Anatomi selama 3 jam setiap praktikum. Susahkah belajar anatomi? Sudah tahu sendiri lah jawabannya, hehe. Untuk Anatomi (teori) kami kuliah di ruang kelas. Kami mempelajari strukturnya (anatomi), mempelajari bagian terkecilnya dari setiap inci tubuh manusia, mempelajari bintik dan lubang, belajar apa sih yang ada di cekungan ini itu, lubang ini itu, apapun itu! Buanyaaak banget yang harus dihapalkan. Tentu saja! Tapi dengan keseruan mata kuliah ini, kami jadi banyak menyadari ternyata kekuasaan Allah memang begitu sempurna dengan diciptakannya manusia dengan isi tubuh yang sangat rumit dan terstruktur secara sempurna. Hanya kalimat “Subhanallah” yang bisa terlantun ketika dokter kami menjelaskan materinya.
           Kemudian ada mata kuliah Ilmu Faal atau biasa disebut dengan Fisiologi Kedokteran. Sebagai gambaran saja, mata kuliah ini seperti mata pelajaran Biologi waktu SMA dulu. Yah, kami juga mempelajari sistem kardiovaskular, sistem pernapasan, sistem gastrointestinal, dan sistem-sistem fisiologis lainnya, yang membedakan adalah materi tersebut kami pelajari sedalam mungkin baik secara anatomis, fisiologis, maupun patofisiologis. Iya tentu saja hapalannya sangat banyak, bukunya saja segede bantal. Mata kuliah ini sebenarnya seru, dan memancing kami untuk terus mengatakan “Bagaimana itu bisa terjadi?” atau “Kok bisa sih begitu?” atau mungkin “Ya Allah, begitu rumit, terus itu bagaimana sih?”, atau paling umum itu ya hanya “Oh begitu”. Apa saja sih dipelajari? Misalnya ketika SMA kita belajar bagaimana jantung memompa, melalui apa, kemudian kemana. Di FKG juga mempelajari begitu kok, hanya saja kami juga mempelajari bagaimana kok jantung bisa berdetak, kok otot jantung bisa berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian, kok bisa begini, kok bisa begitu, ah entahlah gelap!
            Tidak lupa juga ada mata kuliah Etika Hukum dan Medikolegal a.k.a Etika Kedokteran atau nama bekennya Ethum. Kalau secara pribadi aku kurang begitu tertarik dengan mata kuliah satu ini. Kami harus menghapal pasal-pasal dalam peraturan kedokteran maupun kedokteran gigi, serta kasus-kasus dalam bidang kedokteran seperti malpraktik, dan semacamnya. Namun meskipun begitu, sebagai seorang calon dokter dan dokter gigi sudah menjadi kewajiban untuk mengetahui dan memahami etika dalam kedoktera, bukankah begitu?
            Modul, begitulah kami menamai mata kuliah Modul I Critical Thinking and Evidence-based Learning. Aku paling suka dengan mata kuliah ini. Kenapa? Selain karena mata kuliah ini melatih kami dalam berpikir kritis akan suatu kasus penyakit, mata kuliah ini mengharuskan kami mencoba mendiagnosis suatu penyakit berdasarkan sebuah kasus. Di semester 1 kemarin Modul I ini mengharuskan kami mendiagnosis sebuah kasus karies dan gingivitis (jika kalian penasaran apa itu, bisa langsung cek di internet ya, guys). Selama satu semester itu kami mencari tahu apa penyebab orang dalam kasus itu terkena penyakit tersebut, tentu saja harus berdasarkan bukti yang nyata. Kemudian mendiskusikannya dalam kelas PBL (Problem Based Learning) yang hanya terdiri dari sekitar 14 mahasiswa. Mencoba mendiagnosis. Mencoba menghubungkan dengan kebiasaan buruk dan baik dari orang yang ada di dalam kasus tersebut. Dan setelah menyelesaikannya dalam satu semester, kami baru mempresentasikannya di dalam kelas besar yang terdiri dari 160 mahasiswa (satu angkatan).
            Mata kuliah paling.... apalah, Ilmu Material Kedokteran Gigi alias Dental Material atau nama kerennya IMKG. Adalah sebuah mata kuliah yang  menuntut mahasiswanya untuk memahami seluruh material atau bahan yang digunakan dalam bidang kedokteran gigi. Maksudnya adalah bahan-bahan yang digunakan dalam pencetakan gigi, pembuatan model gigi, pembuatan model kerja gigi, semua jenis penambalan gigi, pembuatan gigi tiruan (bukan gigi palsu ya, rek), dan seabreg jenis produk kedokteran gigi. Selain mempelajari bahannya, kami juga dituntut untuk bisa memilih mana bahan yang tepat untuk digunakan dalam kasus A, kasus B, atau kasus C. Tidak asal pilih bahan ya, bisa-bisa gusi pasiennya jadi terinfeksi, muncul kanker, alergi, dan lain sebagainya. Selain itu, kami juga belajar apa saja sih kandungan dari bahan-bahan kedokteran gigi itu, apa saja zat kimia di dalamnya, bagaimana proses reaksi kimia yang terjadi, dan bertumpuk-tumpuk materi yang membuat kami tergila-gila, eh maksudnya gila gara-gara mata kuliah satu ini. Fyi, mata kuliah ini juga di kelas PBL loh, yanga tiap kelasnya hanya belasan anak.
            Nah, bagaimana? Sudah tahu kan gambaran perkuliahan di semester 1 mahasiswa Pendidikan Dokter Gigi? Jadi kesimpulannya bahwa kuliah di FKG itu tidak melulu soal gigi dan rongga mulut. Masih banyak ilmu-ilmu kedokteran umum maupun gigi yang harus kami pelajari. Mulai semester 2 ini, bakalan banyak sekali ilmu-ilmu baru yang bakal aku dapatkan. Karena apa? Dokter dan dokter gigi itu sama-sama dokter kan? Makanya harus pintar baik di bidang kedokteran umum dan sudah pasti kedokteran gigi. Meskipun pada akhirnya calon dokter gigi ini akan bekerja ditemani pasangan hidup, eh bukan, maksudku ditemani dental chair. Hehe.
            Jika kalian ada pertanyaan, please, jangan malu, jangan takut, jangan sungkan, jangan enggan, jangan apapun itu, untuk bertanya ke aku. Santai saja, I’m a friendly person kok. Terima kasih banyak ya guys yang sudah membaca. Sampai jumpa di postingan aku di semester 2 ini ya! Tunggu pengalamanku selanjutnya, guys!

Yogyakarta, 25 Januari 2018

No comments:

Post a Comment